Tuesday, December 01, 2009

sepucuk surat

Hai,

Apa kabar? basi ya rasanya aku menyapamu begini. padahal baru tadi kita bertemu. Tau gak, aku sangat nervous ketika akan memberikan surat ini padamu. Padahal hanya sepucuk surat ya. Tapi, isi surat ini sangat berarti bagiku. Btw, sudah berapa lama ya kita saling kenal? hehehehe.. eits jangan marah dulu. Aku cuman mau menguji kamu aja kok. aku ingat saat pertama kali kita ketemu. Di dalam kelas di ujung lorong kan. Sudah 10 tahun yang lalu ya. Tak terasa.

Sudah cukup basa basi dan becandaku. Sekarang aku ingin berbicara serius padamu lewat surat ini. aku ingin kamu percaya padaku. Aku ingin kamu tau bahwa apapun yang terjadi setelah kamu membaca surat ini, kamu tetap yang terbaik untukku.

10 tahun waktu yang sebenarnya tidak sedikit. Waktu yang cukup panjang untuk bersahabat, saling mengenal dan saling berbagi. Kita telah berteman untuk waktu yang lama. Kita telah berbagi suka, duka, sakit, sedih, tawa, canda, rahasia, dan cerita. Cerita tentang kamu naksir si D, cerita tentang kamu bertepuk sebelah tangan dengan si R. Cerita tentang kencanmu dengan si A. Juga cerita-cerita kencanku.

Sebenarnya, di balik semua kencan itu, aku hanya ingin mengalihkan perhatianku darimu. Mengapa begitu? pasti kamu bertanya seperti itu. Semuanya karena aku sebenarnya sudah jatuh cinta padamu sejak lama. X, biarkan aku menjadi orang yang mengasihimu lebih dari seorang teman. Biarkan aku mencintaimu sebagai kekasih.

Terkejut , X? Aku tahu, kamu pasti tidak menyangkanya. Aku tau kamu pasti bingung. X, jangan marah. Aku sendiri bingung mengapa aku tidak bisa menyayangi orang lain lebih dari aku menyayangimu. Aku marah ketika ada cowok yang membuatmu menangis. Ingat kan ketika kamu putus dari M? Kamu langsung menelponku dan memintaku menemuimu. Kamu menceritakan M yang menduakanmu. Kamu menceritakan tentang sakit hatimu. Kamu menangis di sampingku. Mungkin kamu tidak melihatnya, tapi aku masih ingat perasaanku saat itu. Aku ingin berlari menemui M dan menonjoknya karna membuatmu menangis. Aku tidak bisa melihat airmatamu jatuh karna orang lain.

X, rasa ingin tak bisa aku ingkari lagi. Semakin aku lari, semakin aku terikat. Mungkin kamu menganggap aku mau bersahabat denganmu hanya untuk mendekatimu. X, Jangan lari dari apa yang aku nyatakan ini, tetaplah bersamaku dan biarkan aku mencintaimu sebagaimana seharusnya kamu dicintai.

X, kumohon, keluarkan apa yang ada di hatimu. Apakah kamu jga mencintaiku, ataukah kamu memang hanya ingin bersahabat saja denganku. Aku tak apa-apa, X. Apapun yang kamu katakan, aku akan menerimanya. Aku akan selalu menjadi sahabat terbaikmu, X. X, jika kamu juga mencintaiku, alangkah senangnya. Alangkah bahagianya hatiku. Aku mencintaimu lebih dari teman manapun. Aku mencintaimu dalam segala bentuk yang dapat dibayangkan. Aku tahu aku dapat membuatmu bahagia. Ingatlah, kamu mengenalku berawal dari teman. Biarkan aku menjadi lebih dari itu . Let me love you more than a friend, X.

Wednesday, November 04, 2009

apa artinya

Kemarin malam.. di mobil teman, kami, aku dan teman itu, terlibat suatu pembicaraan yang bisa dibilang cukup penting. Bagiku itu cukup penting. Entah menurut dia.
Pembicaraan yang terbilang singkat.. kurang lebih 10 menit saja sebelum sampai ke depan rumahku. Entah bagaimana awalnya, pembicaraan itu akhirnya mengenai perkawinan.
Kata dia, "Sebelum menikah, bukalah mata lebar-lebar. Tapi setelah menikah, tutuplah mata serapat-rapatnya."
Aku masih tidak mengerti artinya. Tapi, sepertinya hal itu akan sangat berguna.

Thursday, June 04, 2009

kekasih

Dear kekasih

Malam ini, kutulis sebuah surat untukmu. Sepenggal kata-kata yang kupersembahkan padamu. Segenap hatiku ingin berkata.. terima kasih.

Terima kasih untuk semua waktumu. Terima kasih untuk senantiasa mendengarkan curahan hatiku. Terima kasih karna engkau membuatku tenang ketika aku memiliki segudang masalah. Terima kasih karna bersamamu membuatku lebih ceria di saat aku merasa ‘jatuh’. Terima kasih karna engkau ada untukku….

Kekasihku…

Sekian lama engkau bersamaku. Mungkin… engkau sudah mengenal diriku melebihi diriku sendiri… mungkin, engkau malah sudah memahami diriku sebelum aku mengatakan keinginanku.

Ketika malam-malam aku merasa sendirian… engkau mau menemaniku….

Ketika aku merasa lelah… engkau menghiburku….

Tanpamu… aku mungkin tak bisa semangat menghadapi kerasnya hari-hari ini. Tanpamu… mungkin aku tak bisa ‘bangkit’ di saat ‘jatuh’……

Kekasih….

Saat ini.. engkau jauh dariku… saat ini.. aku tak bisa berkeluh kesah kepadamu… aku tak bisa menceritakan hari-hariku… aku tak bisa bercerita tentang si A yang salah potong rambut, si T yang nyungsep di jalanan, si L yang sedang jatuh cinta….

Aku rindu bercerita padamu. Aku rindu akan hari – hari itu… aku ingin segera bertemu denganmu… kembali menikmati hari-hari kita, gulingku tersayang…..